Malaysia


Akankah keadaan darurat Malaysia menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan politik?

Pemerintah Malaysia mengumumkan keadaan darurat pada Januari untuk menahan penyebaran COVID-19. Keputusan tersebut menangguhkan parlemen dan menunda kemungkinan pemilihan, memberi Perdana Menteri Muhyiddin Yassin waktu yang diperangi pemerintah untuk melawan oposisi. Namun, langkah tersebut berisiko ketidakstabilan politik lebih lanjut karena Muhyiddin dapat memilih untuk tidak mencabut keadaan darurat seperti yang dijanjikan.